Berkunjung ke Liwa (updated)


Liwa sebuah kota kecil yang dikelilingi oleh bukit barisan. Meski letaknya tidak setinggi kota Sekincau, kesejukan Liwa di malam hari cukup membuat kita masuk ke dalam selimut saat hendak tidur di malam hari.

Di kalangan para pecinta fotografi, kota Liwa sudah tidak asing lagi karena banyak panorama indah di sekitarnya. Bahkan beberapa kawan dari Pulau Jawa sudah beberapa kali mampir untuk sekedar jalan-jalan dan memotret selain mencoba kopi Robustanya yang terkenal.

Alami dan agak sulit menjangkaunya, menjadikan kota Liwa dan alamnya memikat para wisatawan penggemar hal-hal baru untuk mengunjunginya. Uniknya saat datang di kota ini, wisatawan akan merasa bahwa mereka telah menjadi petualang dan telah menemukan tempat baru yang unik untuk dijelajahi.

Namun karena jaraknya yang agak jauh dari kota Bandar Lampung dan belum banyak mengetahui apa saja yang bisa dilihat disana, ada baiknya merencanakan terlebih dahulu waktu perjalanan dan transportasinya.

Berikut beberapa tempat yang bisa dikunjungi selama berada di Liwa.

1. Danau Ranau

Danau Ranau
Tepian danau Ranau waktu pagi

Keindahan danau kedua terbesar di pulau Sumatera adalah keasriannya dengan alam sekitar. Dikelilingi bebukitan dan gunung Seminung, memberikan suasana sejuk dan terpencil. Penduduk di sekitar danau cukup ramah. Terdapat Rumah makan yang menyediakan ikan Nila yang gurih.

Penginapan:

Seminung Lumbok resort terletak di tepi danau bagian selatan. Menyediakan 16 kamar tidur, convention hall,  karaoke, dermaga perahu, pondok dan 2 cottage.

Homestay, rumah panggung milik masyarakat dengan biaya IDR 60.000. Dapat Sarapan dan makan malam.

2. Rumah Makan Jejama

RM Jejama
Menu rumah makan Jejama

Rumah makan sederhana yang menyediakan Mujair bakar, pecel lele, gulai dan lain-lain ini patut disinggahi. Letaknya yang bersebelahan dengan kantor Pemda Lampung Barat cukup diminati oleh para pegawai. Dari mulut ke mulut kelezatannya pun menyebar ke para wisatawan yang mampir di Liwa.

3. Rumah Raja Skala Brak

Skala Brak
Rumah Sultan Skala Brak

Terletak di pinggir jalan sebelah kanan jalan raya, 15 menit sebelum kota Liwa. Rumah adat ini adalah rumah raja/sultan Skala Brak yang masih ada hingga sekarang. Kedudukan Sultan sebagai kepala kerajaan Skala Brak diwariskan turun-temurun. Dalam menjalankan pemerintahan, Sultan dibantu oleh Pemapah Dalom (semacam perdana menteri) yang diberi gelar Raja. Pemapah Dalom biasanya diangkat dari salah seorang paman atau adik Sultan.

Banyak ornamen indah di sekiling rumah. Penggemar arsitektur bisa mampir sejenak sebelum meneruskan perjalanan.

4. Batu Brak

Batu Brak
Pemandangan Lembah Batu Brak dari atas salah satu bukit kecil.

Lembah Batu Brak terletak di belakang rumah Sultan Skala Brak. Menuruni lembah melalui jalan kecil sekalian melatih otot kaki. Sampai di bawah, anda akan disuguhi pemandangan indah sawah dan dinding bukit.

5. Rumah Kenali

Rumah Kenali
Rumah tradisional Kenali

Rumah beratap ijuk dan berdinding kayu ini sudah berumur lebih dari 300 tahun.  Masih berdiri kokoh di antara rumah penduduk lainnya. Beda rasanya bisa melihat langsung dan masuk ke dalam rumah ini selain melihatnya di halaman depan museum Lampung.

6. Petani kopi luwak

Luwak

Pak Sukardi sedang memilih-milih biji kopi luwak

Di kota Liwa ada beberapa petani kopi luwak. Kita bisa berkunjung dan melihat-lihat kandang dan luwak-luwaknya. Di sana kita juga bisa berbelanja kopi luwak yang sudah dikemas, baik bubuk halus maupun yang masih berbentuk biji.

7. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)

TNBBS

Jembatan tali di dalam Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Lampung Barat.

70% Taman nasional ini masuk ke dalam administrasi Lampung Barat dan Tanggamus. Pintu masuknya bisa dicapai dalam waktu 30 menit dari pusat kota Liwa, ke arah Krui. Untuk masuk ke dalamnya kita bisa minta bantuan guide polisi hutan. Bisa minta bantuan informasi dari Dinas pariwisata Lampung Barat yang selalu siap memberikan nomor-nomor telpon yang bisa kita hubungi.

8. Air terjun Sepapa Kanan dan Sepapa Kiri

Sepapa Kiri

Air terjun Sepapa Kiri

Dua air terjun ini terdapat di dalam kawasan TNBBS. Dari pintu masuk bumi perkemahannya bisa kita tempuh dalam 2 jam. Jalan setapak yang naik turun dan terkadang terjal sangat cocok untuk wisatawan yang gemar trekking.  Disarankan membawa makanan dan minuman secukupnya menuju air terjun ini. Berjalan, merayap dan melompat di antara akar pohon besar akan menguras banyak tenaga🙂

Kalau beruntung kita bisa menemukan beberapa tapak gajah atau kotoran gajah yang masih hangat. Sampai di air terjun bisa mandi sepuasnya asal tahan dengan suhu yang sejuk. Perhatikan waktu, jangan kemalaman untuk pulang keluar kawasan TNBBS. Berangkat pagi sangat dianjurkan.

9. Masjid Kubah Mas

Kubah Mas

Masjid kebanggaan warga Liwa

Masjid yang baru selesai dibangun ini sangat megah. Berada di pinggir kota Liwa, sebelah kanan jalan dari arah Kotabumi. Tak ada salahnya istirahat sejenak meluruskan kaki, sebelum masuk kota Liwa dan berfoto-foto di Masjid kebanggaan warga Liwa.

10. to be continued

11 thoughts on “Berkunjung ke Liwa (updated)

  1. Thanks infonya… jadi lebih terbuka wawasan tentang LamBar… sebaiknya tambahkan pantai Tebakak, pantai Kota Karang yang cukup exotic

  2. Salam kenal mas Yopie, info yg menarik sekali…
    kebetulan tgl 22-25 sy rencana keliling liwa untuk pertama kalinya…
    blog mas ini sy jadikan rujukan buat spot2 wisatanya…
    thanks untuk foto2 dan artikelnya mas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s