3 Hari di Lampung Barat – Maret 2012


Keliling Lampung

Keliling Lampung Yuuk…

Seminggu waktu yang ada untuk mempersiapkan trip Lampung Barat kami kali ini. Hanya mengandalkan pengumuman di twitter dan facebook dan ittenerary seadanya, akhirnya terpenuhilah kuota peserta trip 5 orang  (Yopie, Liberti, Novi, Adin dan Tomi). Dua dari Lampung dan 3 nama terakhir dari Jakarta.

Jumat, 23 Maret 2012

Rencana berangkat pukul 6 pagi, ternyata Novi, Adin dan Tomi sampai di rumah saya pukul 8 pagi, karena travel dari pelabuhan Bakauheni ke Bandar Lampung yang lambat, menunggu mobil terisi penuh.  Sarapan seadanya dan mandi-mandi dulu di rumah lalu menyusul Liberti di Teluk Betung. Isi Bensin full, (09.00) kami tancap gas menuju Kota Agung.

Tiba di Kota Agung 11:00, langsung menuju Wonosobo dan isi kembali tangki bahan bakar meski hanya sedikit, jaga-jaga andai tidak ada bensin tersedia sepanjang perjalanan kami 2 hari kedepan. Melintasi tanjakan Sedayu yang lumayan curam dan berfoto-foto sebentar di area rumah makan pinggir jalan. Tampak gunung Tanggamus dan teluk Semaka di kejauhan.

Memasuki Taman Nasional Bukit Barisan Selatan wilayah Tanggamus, kami memperlambat laju mobil menikmati segarnya udara hutan.  Jalan berliku dan menyempit di beberapa tempat jalan rusak berlubang. Di kiri kanan tumbuhan-tumbuhan hutan yang tidak saya ketahui jenisnya. Tidak banyak kendaraan yang kami jumpai, baik yang searah atau yang berlawanan arah.

Setelah melintasi naik dan turun Bukit Barisan, kami menjumpai pemandangan pantai berpasir putih dan laut biru dengan ombaknya yang besar menghantam tepian pantai. (13.00) Tiba di Muara Tembulih dan mampir di penangkaran penyu yang diinisiasi dan dikelola oleh pak Ahyar, penerima Kalpataru tahun 2007 atas upayanya melestasrikan keberadaan penyu di pesisir Lampung Barat.

Masuk ke ruangan kantornya, kami berlima mendengar cerita pak Ahyar dari awal sampai saat ini dalam menjalankan program pelestasrian penyu. Terucap juga bahwa beliau pernah melepas puluhan tukik (anak penyu) di Kiluan beberapa tahun lalu. Menjelaskan macam-macam penyu yang pernah bertelur di pesisir Lampung Barat, apa saja kendala yang dihadapi, studi banding ke beberapa daerah di Indonesia sampai berbagi pengalaman dengan wisatawan, mahasiswa dan sesama aktivis lingkungan hidup. Cerita yang sangat menarik.

Setelah melihat-lihat tukik yang ada di kolam penangkaran, pak Ahyar menawari kami untuk berpartisipasi melepas anak penyu tersebut ke lautan lepas. Kawan-kawan menyambutnya dengan suka cita. Pengalaman yang jarang didapat dan sangat berkesan. Menjelang pergi beberapa buah kelapa muda yang besar dihidangkan, baru terasa perut lapar karena kami belum mengisi perut dengan makan besar siang itu. Segar dan nikmat minum air kelapa sambil membayangkan jika ditambah dengan es dan gula aren, hhhmmm…… :p

15.45 menuju Kota Krui menemui pak Nizar pemilik perahu lalu ke pantai Tebakak, menyeberang ke pulau Pisang. Setelah memarkir mobil di rumah seorang kerabat pak Nizar kami pun naik perahu. Ombaknya menggunung tapi tidak terlalu tinggi, masih sangat aman dilayari. Tak lama kami sudah sampai di pulau Pisang, disambut oleh bang Jaya seorang penduduk pulau yang sudah terbiasa menerima wisatawan.

Tadinya kami berharap bisa tinggal di rumah panggung kayu, ternyata ditempatkan di sebuah homestay berkamar 2 dengan fasilitas listrik, televisi dan kamar mandi yang bagus. Sedikit kecewa, tapi tak apalah dinikmati saja. Dihidangkan kopi oleh keluarga pak Suherni yang tinggal di sebelah homestay, ngobrol-ngobrol, sholat, mandi dan nonton tv😀

Malamnya 21.00 menuju pantai,  foto-foto dengan latar belakang bintang di langit. Tiduran di tikar dan memandang langit yang penuh bintang dan terkadang ada bintang jatuh. Suara deburan ombak dan pemandangan malam yang luar biasa dari pulau Pisang hingga membuai kami semua hingga tertidur pulas sampai tengah malam.

Sabtu, 24 Maret 2012

05.00 Subuh bangun, sholat lalu keluar homestay. Pemandangan siluet pohon kelapa yang berjejer di pantai dengan latar belakang cahaya matahari yang belum terbit. Menunggu terang di pantai melihat akhtivitas nelayan pulau yang baru pulang melaut dengan tangkapan masing-masing. Setelah terang jalan-jalan di tepian pantai, keliling pulau dengan motor sewaan dan snorkeling.

Rencananya pukul 08.00 sudah kembali ke daratan, kita sepakat untuk berlama-lama di pulau. Setelah saya selesai keliling pulau, Adin dan Tomi gantian mengendarai motor menjelajah pulau. Liberti dan Novi memilih untuk jalan ke dermaga di dusun Labuhan yang bersebelahan dengan dusun Pasar tempat kami menginap.

Baterai kamera dan memory card sudah hampir habis, tak menunggu makan siang (13.00) kami kembali berperahu ke pantai Tebakak.

Tak terasa hari kedua trip sudah sore, dan kami pun berada di pintu masuk Taman Nasional Bukit Barisan Selatan wilayah Lampung Barat setelah melewati 3 air terjun kecil di pinggir jalan dan jalanan berliku yang teduh karena tebing dan ppeohonan besar. Makan siang telat kami menunya ikan nila goreng di sebuah rumah makan sebelum kota Liwa.

Setelah membeli beberapa bungkus kopi Liwa dan gula aren di sebuah toko di pasar Liwa, mampir ngopi di rumah rekan foto Eka Fendiaspara sebelum melanjutkan ke homestay Satria, Lumbok, danau Ranau. Hari sudah gelap ketika sampai, tak banyak yang bisa dilakukan kecuali menunggu makan malam duduk-duduk di teras, matikan lampu dan memandang langit yang ternyata lebih terang bintang-bintangnya daripada malam sebelum.

Ingin mengulang pengalaman malam sebelumnya, kami kembali tiduran di atas tikar di teras, memandang bintang sampai tertidur pulas :p

Minggu, 25 Maret 2012

Selesai Subuh, jalan menyusuri tepian sawah yang sudah siap panen ke tepi danau. Cuaca cerah pagi ini, beberapa penduduk terlihat membawa perahu ke tengah dan tepian danau Ranau menangkap ikan Nila untuk dikonsumsi di rumah masing-masing. Sebagian untuk dijual ke sesama penduduk.

Banyak juga foto yang diambil pagi ini oleh semua peserta trip. Sebelum sarapan Liberti, Adin dan Tomi menyempatkan diri belajar memanen padi menggunakan arit bersama para petani. Sepertinya mereka punya pengalaman baru disini😀

Tujuan akhir trip adalah masjid Kubah Mas Liwa, Lembah Batu Brak, Rumah Raja Sekala Brak dan Rumah Kenali yang sudah berumur ratusan tahun. Sayang sekali tidak bisa berlama-lama di tempat-tempat ini. Tiga hari sudah dilalui menempuh jarak sekitar 500an km. Sebuah pengalaman indah bagi kami berlima di Lampung Barat.

Foto-Foto:

Menuju kehidupan baru

Seekor tukik (anak penyu) menjelang kehidupan barunya di lautan lepas.

Pulau Pisang 1

Jukung di pantai pulau Pisang

Pulau Pisang 2

Rumah tak berpenghuni di p. Pisang

Pulau Pisang 3

Nyiur melambai

Pulau Pisang 4

Rumah di latar belakang pernah didiami oleh suami presiden RI ke5

Pulau Pisang 5

Ikan tongkol tangkapan penduduk lokal

Pulau Pisang 6

Menjelang kembali ke daratan

Pulau Pisang 7

Sampai jumpa pulau Pisang…

Pantai Tebakak

Mencari celah ombak untuk mendarat di pantai Tembakak

TNBBS

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

danau Ranau

danau Ranau

danau Ranau 2

Embun pagi di tepian danau Ranau

danau ranau

Kami suka danau Ranau

14 thoughts on “3 Hari di Lampung Barat – Maret 2012

  1. Terima kasih Bro Yopie atas cerita-ceritanya.
    Saya sudah 2 kali ke Pesisir-Krui-Liwa, ternyata banyak sekali lokasi yang terlewat. Kapan-kapan saya akan kemari lagi.

  2. Baca cerita ini, teringat waktu saya ke Krui untuk menghadiri pernikahan temen kantor, pdhal sdh berniat untuk bermain ke pulau pisang tapi sayang hujan dan ombaknya sangat besar jadinya kaga jadi dech…top markotop

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s