Lampung Culture and Tapis Carnival – Antara Seru dan Sepi


Tapis Carnival

Salah satu peserta Tapis Carnival

Memasuki tahun kedua pelaksanaan Tapis Carnival (Lampung Culture & Tapis Carnival) saya berharap dalam hati bakal banyak kejutan yang bisa didapat di hari Sabtu, 6 Oktober 2012. Beritanya sudah tersebar ke beberapa daerah lain, beberapa kawan dari Palembang, Jakarta, Bogor menyatakan keinginannya untuk datang melihat karnaval ini. Beberapa kawan malah membantu mencari penginapan untuk kawan-kawan mereka yang bakal datang.

Berkaca dari pengalaman tahun lalu saat karnaval diadakan di bawah terik matahari, saya memilih kaus lengan panjang plus topi untuk menutupi kepala. Membawa motor dan parkir di Plaza Lotus, lalu berjalan kaki menuju Pasar Seni.  Ternyata kemudian topi tak begitu berfungsi, karena acara sepertinya dimulai saat matahari tidak terlalu panas lagi🙂

Awalnya saya berharap karnaval ini tetap menggunakan rute awal, dimulai dari Jl. Dr. Susilo, Jl. P. Diponegoro – Tugu Adipura – lapangan Merah Enggal. Membayangkan bisa memotret persiapan karnaval di sekitar stadion Pahoman dan segera bergegas ke Jl. Dr. Susilo di sekitar tenda kehormatan sepertinya bakal bisa dapat foto-foto menarik.

Ternyata 2 hari sebelum acara, tepatnya tanggal 4 Oktober, mendapat info rute karnaval dirubah terbalik, dimulai di Lapangan Parkir GOR Saburai berakhir di Jl.Dr. Susilo. Jadilah saya hari tersebut berkeliling Jalan Majapahit dan Jalan Sriwijaya untuk mencari-cari pemandangan unik persiapan karnaval.

Sempat ngobrol dengan beberapa peserta karnaval yang sudah dandan dari pagi. Saya hanya bisa mengagumi dalam hati kesabaran mereka bersusahpayah mengenakan pakaian yang ribet dan berat itu untuk menghibur warga Bandar Lampung. Sesekali terdengar suara teriakan dari penata rias atau penanggung jawab busana yang terlihat kesal karena rancangannya belum beres-beres. Terlihat pula wajah-wajah gelisah dan kecapaian dari peserta yang sudah berjam-jam tidak bergerak karena sudah mengenakan busana yang berat.

Sekitar pukul 14:30 baru ada tanda-tanda acara dimulai. Beberapa pidato panjang terdengar dan beberapa tarian disuguhkan. Bersiap-siap memotret saya memilih tempat berdiri yang cukup ideal menurut saya. Tapi tak berapa lama masyarakat merangsek maju ke depan menghalangi pandangan. Pindah ke sudut lain, kejadian serupa berulang🙂

Akhirnya jadilah suasana siapa berdiri paling depan dia yang dapat foto. Tak ada aturan, semua bisa mendekat ke para penari di sekitar karpet merah. Di karnaval lain,  spot foto bisa dijual ke para fotografer amatir dan profesional. Foto-foto bagus yang beredar di Social Media bisa menjadi promosi gratis bagi daerah bersangkutan.

Sepertinya tempat yang terlalu luas tanpa ada pembatas rapat menjadi celah masuk warga untuk masuk dan mendekat untuk melihat dan memotret semua rentetan acara. Berkali-kali satuan Satpol PP terlihat kerepotan mengusir warga untuk menjauh dari area pertunjukan agar tidak mengganggu acara. Tapi sepertinya hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk mendekat kembali. Beberapa fotografer amatir dan profesional juga terlihat repot mencari sudut terbaik untuk membidik, berebut tempat dengan warga lain🙂

Yah begitulah kondisi yang terjadi, heboh, meriah lalu sepi. Kemeriahan yang terkonsentrasi di lapangan parkir Saburai tidak mampu menjalar ke jalan-jalan yang seharusnya dilewati peserta karnaval. Satu-persatu bubar setelah keluar dari area parkir, beberapa kali terdengar suara-suara sinis dari peserta dan warga yang berharap lebih dari karnaval ini.

Johnni Satria salah seorang penghobi fotografi asal Palembang berkata, “Acara ini tetaplah menarik untuk didatangi oleh pehobi foto asal Sumatera, Jakarta dan Jawa Barat. Tapis Carnival satu-satunya karnaval yang ada di Sumatera. Apalagi ini mengusung kain Tapis yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung. Banyak FOTO-FOTO menarik yang saya dapat hari ini”.

Tadinya saya merasa malu Tapis Carnival ini terlihat berantakan. Tapi mendengar kalimat di atas dari rekan Johnni Satria menyadarkan saya, bahwa karnaval ini tetaplah menyimpan banyak potensi.  Ada beberapa hal unik dan langka terjadi di situ.

Ditambah dengan foto-foto yang masuk di Lomba Foto Lampung Culture & Tapis Carnival,  kejelian mata rekan-rekan fotografi berhasil menutupi segala kekurangan yang ada dalam acara ini.  Bravo…!

Rute Tapis Carnival diambil dari Akun Facebook Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung

rute tapis carnival

Rute Tapis Carnival (www.facebook.com/)

8 thoughts on “Lampung Culture and Tapis Carnival – Antara Seru dan Sepi

  1. Syukurlah Lampung akhirnya ikutan festival2an..Saya pikir selama ini Lampung itu cuma mengandalkan pantai2nya saja Mas Yopie..Kalau dibikin even tahunan, yang kayak gini bisa branding bagus untuk Lampung🙂

    • Mudah-mudahan kedepannya bisa lebih bagus lagi bu.
      Bisa menghibur warga Lampung dan wisatawan yang datang🙂
      Tapis Carnival lalu tur ke Anak Krakatau, suatu kombinasi wisata yang sangat menarik.

  2. Bagaimanapun juga kegiatan ini sangat baik untuk membantu meningkatkan potensi wisata propinsi lampung dan layak untuk diagendakan… Kegiatan ini baru kali kedua…tentunya panitia akan melakukan koreksi apabila ada kekurangan dan akan menjadi lebih baik kedepan.. Saya sebagai orang yg pernah tinggal di lampung sangat apresiasi acara ini semoga makin maju lampung…:-)

    • amiiin…..
      Setuju pak. Kita di sini tetap harus bangga mempunya karnaval semacam ini🙂
      Oya, selamat pak untuk juara lomba fotonya. Ditunggu kehadirannya lagi tahun depan🙂

  3. Betul sekali kita harus dukung promosi festival krakatau ini di dunia on line… saya rasa potensi untuk menjadi perhatian masyarakat baik lampung maupun di luar sangat tinggi walaupun memang pemda kurang promosi lebih gencar di media

    • Iya betul, potensi festival ini untuk didatangi sangat tinggi. Uniknya Dinas pariwisata Lampung sudah mulai memanfaatkan keberadaan socmed meski belum maksimal. Gayung bersambut, rekan-rekan FB banyak yang membantu berbagi info tentang festival ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s