Batu Layar Pegadungan dan Batu Suluh di Kelumbayan, Tanggamus


Pegadung 1

Gugusan batu layar dilihat dari pinggir pantai.

Batu Layar Pantai Pegadungan sekarang sudah menjadi ikon spot foto lanskap di Lampung.  Atmosfir mistis nan indah menjadi daya tarik bagi pehobi fotografi asal Lampung dan luar Lampung.  Dari berbagai sudut,  gugusan batu ini sangat menarik dipotret.

Melihat kondisi batunya sepertinya gugusan ini dibentuk oleh gerusan ombak dan ngin selama ratusan tahun. Deburan ombak ke bebatuan ini cukup besar. Sangat cukup membuat seorang bertubuh besar terhempas olehnya. Tetapi di saat tenang kita bisa melihat nelayan setempat berenang di sekitarnya mencari lobster untuk dijual.

Kali ini kami menemani rekan-rekan fotografi dari Palembang ke Pegadungan, setelah sehari sebelumnya hunting foto di acara Lampung Culture & Tapis Carnival. Dengan mobil avanza sewaan, kami baru bergerak keluar kota Bandar Lampung sekitar jam 10:30. Berkendara santai menikmati udara segar kami sampai di Bawang sekitar pukul 13:00. Istirahat makan siang dengan menu sate kambing di warung kecil sebelah kanan setelah turunan bebatuan. Satenya sungguh enak, tidak rugi meluangkan waktu 1 jam untuk mampir makan di sini.

Melanjutkan perjalanan. Foto-foto sejenak di gerbang turunan Kiluan sebelum tanjakan Talang Padang. Dinamakan Talang Padang karena banyak warga Talang Padang, kab. Tanggamus yang pindah dan berkebun di sekitar situ. Tanjakan Talang Padang ini lumayan curam dan panjang. Setelah diaspal, tanjakan ini lebih mudah ditaklukkan oleh kami. Sebelum diaspal tanjakan ini lumayan susah dilalui, sekali kami harus meminta bantuan penduduk yang lewat untuk mendorong mobil.

Setelah melewati Way Balak (Kali Besar) yang sedang surut karena kemarau, kami tiba di rumah pak Zahruddin, lurah Batu Suluh. Ternyata beliau sedang di Bandar Lampung. Hanya titip pesan ke seorang ibu tetangganya, kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki tanjakan panjang bebatuan & pasir kembali. Karena kering, mobil kami mudah melaluinya🙂

Sekitar pukul 15:30 kami sampai di pantai Pegadungan. Tak berlama-lama rekan Jhony Satria dan Boy langsung bergegas berjalan ke arah batu layar (300m dari tempat parkir mobil). Cuaca mendung dan terkadang hujan membuat kami harus berhati-hati saat menaiki salah satu karangnya.

Menjelang magrib dalam kondisi gerimis dan jalan basah, mencoba menaiki tanjakan kembali menuju kampung Batu Suluh. Apa daya mobil tak sanggup melewatinya. Berbekal biskuit dan air mineral seadanya kami bermalam di tanjakan di pinggir tebing sebelah kiri dan jurang di sebelah kanannya🙂

Jam menunjukkan pukul 23:00 saat saya dibangunkan oleh Jhony Satria dan Boy. Beberapa warga Batu Suluh datang membantu kami mendorong mobil, alhamdulillah. Akhirnya sisa malam kami habiskan di rumah pak Zahruddin.  Ngobrol tentang potensi yang dimiliki Batu Suluh sampai pukul 02:00 dini hari.

Paginya kami ngobrol-ngobrol kembali sambil menunggu jalanan kering terkena sinar matahari. Kami harus melalui 1 tanjakan panjang lagi dan 1 tanjakan kecil tanah merah. Berkeliling pantai Batu Suluh, ngopi dan ngemil makanan sisa tadi malam🙂

Oya, pulangnya kembali mampir di warung kecil itu untuk makan sate kembali sebelum pulang. Perjalanan penuh pengalaman tentang kearifan lokal dan beberapa foto menarik. Mudah-mudahan rekan dari Palembang tidak kapok datang lagi ke Batu Layar pantai Pegadung🙂

Pegadung 2

View dari atas salah satu karangnya

Pegadung 3

Bebatuan ini mudah lepas, hati-hati saat mau menaikinya untuk memotret.

Pegadung 4

Pantainya berbatu, tampak laut sedang surut.

Pegadung 5

Siap-siap tidur di mobil sebelum warga datang membantu🙂

Batu Suluh 1

Rumah pak Zahruddin lurah Batu Suluh tempat kami menginap.

Batu Suluh 2

Sarapan dan kopi di teras rumah.

Batu Suluh 3

Pantai Batu Suluh. Pasir dan batunya bewarna kemerahan.

Batu Suluh 4

Pantai Batu Suluh (Suluh=merah)

Batu Suluh 5

Pantai Batu Suluh

Batu Suluh 6

Karang di tepian pantai Batu Suluh

Way Balak

Menyegarkan kaki dan kepala di air yang dingin sebelum tanjakan panjang terakhir.

Kiluan

Tak sempat turun ke teluk Kiluan, berhenti dan memotret dari ketinggian.

Foto-foto oleh: Yopie Pangkey

12 thoughts on “Batu Layar Pegadungan dan Batu Suluh di Kelumbayan, Tanggamus

  1. halo salam kenal.. saya rencana liburan ke lampung tanggal 28-31 maret 2013 ini. rencana ke pantai kilauan dan batulayar. saya ada bbrp pertanyaan :
    1. bagaimana akses jalan kesana? apakah batulayar dan kilauan berdekatan?
    2. ada kontak person yang menawarkan penginapan?
    terima kasih. salam blogger..🙂

    • Akses jalan Bandar Lampung – Kiluan: 80% bagus 20% ga bagus. waktu tempuh 3 jam.
      Kiluan – batu Layar sekitar 1 jam.

      Di Kiluan banyak homestay (rumah penduduk) yang bisa kita sewa. Harus dihubungi jauh2 hari kalau mau kesana pas wiken. cp. bisa kita share🙂

      Bagusnya setelah musim hujan ini lewat supaya lebih nyaman jalan2nya🙂

      Salam🙂

  2. Pingback: Blusukan di Tanggamus II | Keliling Lampung

  3. Mas mau tanya apa kalo sekarang ada guide dari bandar lampung? Ada contact person nya tidak? Pengen banget kesana.. bisa dilewati akses mobil roda 4 kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s