Pergantian Tahun 2012 – 2013 di pulau Pisang #PesisirBarat #Lampung


Pergantian tahun 2012 – 2013 kali ini kami pergi ke pulau Pisang di kabupaten Pesisir Barat (pecahan Lampung Barat). Seperti biasa tidak banyak orang, hanya 6 orang termasuk saya dengan 1 mobil.

30 Desember 2012

Sepanjang perjalanan dalam hati saya agak kawatir sebenarnya dengan cuaca. Memasuki Kota Agung sekitar pukul 10:00 (30 Des) angin mulai bertiup agak kencang. Lepas tanjakan Sedayu menuju Krui juga mulai terlihat pucuk pohon bergoyang keras tertiup angin. Berdoa dalam hati semoga ada penyeberangan menuju pulau Pisang sore ini. Sedangkan kawan-kawan tampak asik dengan melamun dan kantuknya masing-masing🙂

Pukul 12:40 tiba di Serai, Krui. Seperti biasa, kita mampir di rumah makan yang menyediakan sate ikan tuhuk (blue marlin).  Sate ikan tuhuk, ikan Kerapu bakar dan minum kopi & teh hangat jadi menu makan siang itu.

14:30 tiba di pantai Tebakak, tampak perahu yang bisa membawa penumpang sudah bersiap-siap berangkat. Ombak di tepi pantai pun tampaknya lebih besar dibanding kunjungan kami sebelumnya. Awak perahu tak berani membawa kami, kawatir melebih kapasitas perahu di tengah ombak besar.  Segera menelpon bang Jony, tuan rumah kami di pulau Pisang untuk mengirim perahu lain. Tak lama perahu sewaan pun datang menjemput.

Sore itu di pulau Pisang kami habiskan waktu bermain di pantai depan rumah bang Jony. Duduk-duduk di atas pasir bercanada dengan ombak yang datang, lompat dari dermaga dan tak lupa foto-foto.

View Teluk Semaka dilihat dari tanjakan Sedayu

View Teluk Semaka dilihat dari tanjakan Sedayu

Beginilah ombak yang harus ditaklukkan saat keluar dari pantai Tebakak

Beginilah ombak yang harus ditaklukkan saat keluar dari pantai Tebakak

31 Desember 2012

Pagi hari, kami kembali menghabiskan waktu di pantai. Duduk-duduk, bermain dengan anak-anak pulau, memperhatikan kegiatan pagi penduduk, dan lain-lain.  Saya memilih ambil kamera dan memotret kali ini.

Selesai sarapan, pukul 10:00 kami mulai keliling pulau menggunakan 4 motor ditemani oleh bang Joni dan Bobi anaknya. Foto-foto di rumah tua kosong, melihat penduduk yang sedang menyelesaikan kain sulam emas dan mencoba renang di pantai dekat Batu Guri. Arus agak kuat waktu itu. Setelah itu mengunjungi pantai-pantai lain, beberapa rumah tua yang pernah ditempati beberapa orang terkenal dan melewati kebun-kebun cengkeh yang banyak terdapat di pulau ini.

Dan sore hari kami kembali bermain di pantai, lompat dari dermaga, mencoba belajar surfing dan berbaring di atas pasir pantainya.

Malam itu cuaca mendung disertai gerimis kecil. Tak banyak yang bisa dilakukan di luar rumah. Hanya mengobrol duduk-duduk di dalam rumah, teras dan sempat duduk di pinggir pantai di bawah sedikit terang bulan yang tertutup awan.

“Ngapain tahun baru datang ke pulau Pisang?”, tanya beberap warga pulau.  Hening, sunyi, gelap, tak ada apa-apa dan jauh dari hiruk pikuk suara terompet dan kembang api di kota.  Ini alasan kami datang jauh-jauh menempuh 250 km dan menghabiskan malam tahun baru di pulau Pisang🙂

Sekolah yang dibangun zaman penjajahan Belanda

Sekolah yang dibangun zaman penjajahan Belanda

Menu makan siang. Gulai taboh ikan tuhuk & pandap

Menu makan siang. Gulai taboh ikan tuhuk & pandap

Pandap, makanan khas pesisir Barat dari Lampung sampai Bengkulu

Pandap, makanan khas pesisir Barat dari Lampung sampai Bengkulu

Santai di tepi Pantai di bawah pohon kelapa

Santai di tepi Pantai di bawah pohon kelapa

Bermain dengan anak-anak pulau

Bermain dengan anak-anak pulau

Ombak di bawah dermaga pulau

Ombak di bawah dermaga pulau

Ombak di salah pantai di pulau Pisang

Ombak di salah pantai di pulau Pisang

kopi dan cangkir antik

kopi dan cangkir antik

Minum kopi di tepi pantai, sore yang indah.

Minum kopi di tepi pantai, sore yang indah.

1 Januari 2013

Tak terasa sudah tiba saatnya kami keluar pulau. Selesai sarapan seadaanya dan beres-beres bawaan, menggunakan perahu sewaan kami menuju Tebakak. Bye Pulau Pisang :”)

Tiba di Tebakak, ternyata ban mobil kanan belakang kempes. Setelah ganti ban serep, mandi-mandi dan ganti baju di rumah saudaranya pak Supardi, bapak yang membawa perahu di trip kami sebelumnya. Menuju Liwa, membeli oleh-oleh kopi dan kue-kue tradisional.

Sempat mampir di Gedong Dalom, pekon Balak, Batu Brak. Makan siang di Sumber Jaya. Tiba di Bandar Lampung pukul 21:00. Kembali ditemani listrik 24 jam, tak bosan melihat-lihat 1 folder foto yang saya ambil selama perjalanan. Tak sabar ingin kembali ke pulau Pisang.

Foto bersama bareng tuan rumah, bang Jony, istri dan anaknya (Ayu) dan awak perahu.

Foto bersama bareng tuan rumah, bang Jony, istri dan anaknya (Ayu) dan awak perahu.

9 thoughts on “Pergantian Tahun 2012 – 2013 di pulau Pisang #PesisirBarat #Lampung

  1. 1 lg yg unik d PulPis..jika mengunjungi rumah2 penduduk,masih bisa ditemukan ornamen2 klasik dekorasi rumah,perabot dapur&furniture.. so vintage🙂
    ‘classic but classy’

  2. Pingback: Suasana Tahun Baru 2013 di Pulau Pisang #PesisirBarat #Lampung « Keliling Lampung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s