Belum Tersosialisasi Maksimal #FestivalKrakatau #Lampung


(Tribun Lampung, 20 Oktober 2013, hal. 10)

RENDAHNYA kecintaan kawula terhadap khazanah budaya dan pariwisata Lampung, tidak terlepas dari minimnya pengetahuan dan sosialisasi yang beredar di masyarakat. Sebab tidak dapat dipungkiri, untuk dapat menumbuhkan kecintaan tersebut, masyarakat harus terlebih dahulu dikenalkan pada potensi luar biasa yang dimiliki daerah.

Peran sosialisasi ini menurut Putri Pariwisata Indonesia 2013 Tribuana Ardhia Garini, salah satunya diemban kalangan media.  Karena dengan jejaring dan jaringan distribusinya yang luas, media mampu memberikan dampak yang nyata tentang eksistensi potensi pariwisata suatu daerah.

“Media aku pikir punya peran yang sama pentingnya untuk mengenalkan sekaligus memberikan pemahaman akan potensi wisata Lampung,” tutur Ajeng.

“Lewat tulisan atau foto, masyarakat akan lebih terbuka wawasannya. Apalagi untuk daerah seperti di Lampung, masih banyak banget tujuan wisata yang perlu dieksplor lebih jauh,” ujar dara ramah senyum ini mengungkapkan.

Menurut hemat Ajeng, memaksimalkan promosi wisata Lampung sebenernya tidak perlu identik dengan bersusah payah dan mengeluarkan dana begitu besar. Sebab cukup dengan foto, hasil jepretan cantik suatu tempat wisata, akan mampu berbicara banyak di masyarakat.

“Siapa sih yang engga suka foto dan narsis waktu liburan dan berkunjung ke suatu tempat. Nah dari foto itulah nanti yang banyak bicara, bisa dishare ke social media, dipamerin ke kawan-kawan secara langsung, atau lewat blog,” jelas muli kelahiran 1994 itu. “Ini kah sederhana banget, tapi efeknya luarbiasa,” pungkasnya.

“Dan yang lebih penting dan utama, generasi muda mulai deh bangga dan cintai pariwisata sendiri. Pariwisata lokal kita engga akan pernah kalah dengan yang ada di luar. Percaya deh…,” urainya berpromosi.

“Jangan sedikit-sedikit ke luar negeri, ke Bali, ke Lombok. Lampung itu luas kawan, dan Lampung itu keindahannya masih alami dan banyak yang masih tersembunyi. Makanya ayo geh, kita eksplor bareng-bareng potensi itu,” ajaknya.

Hal senada dikemukakan Yopie Pangkey, Travel Advisor dan Admin @KelilingLampung.

Menurutnya, ini menjadi promosi masif yang secara tidak langsung didapat pemerintah secara gratis ketika mau merangkul komunitas, dalam hal ini pehobi fotografi. Sebab perlu diketahui, foto memang terlihat sepele, namun gambaran yang dibangun olehnya mampu memainkan imajinasi yang melihatnya dan membuat mereka mengunjungi destinasi wisata di Lampung.

“Ditambah lagi, pada kenyataannya tak sedikit pehobi foto atau blogger berburu cerita carnival yang ada di seluruh
Nusantara, seperti dari Sumatera Selatan, Jakarta, Jogja, dan Surabaya. Sayangnya FK tidak menjangkau mereka. Bahkan kebanyakan mereka datang sendiri-sendiri,” tambahnya. (hru)

Tribun Lampung 20 Okt-hal10

Tribun Lampung 20 Okt-hal10

6 thoughts on “Belum Tersosialisasi Maksimal #FestivalKrakatau #Lampung

    • iya bu Evi, mudah2an suara komunitas lebih didengar saat ini. Mereka (pemerintah) sudah seharusnya melibatkan komunitas ya🙂

  1. Pingback: Lampung Culture & Tapis Carnival 2013 | Keliling Lampung

  2. Pingback: Spirit Krakatau dan Sejarah yang Terabaikan (Lampost, 2013-09-18) | Keliling Lampung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s