Muara Piluk Seperti Sunda Kelapa


(Tribun Lampung – Senin, 4 November2013 , halaman 1)

Tim Survei Travel Pattern  Eksplorasi Wisata Lampung (2)

Menikmati malam di kaki Gunung Rajabasa, Lampung Selatan, memang memberikan sensasi yang sangat
berbeda. Hawa dingin dan sesekali tercium hembusan belerang yang berasal dari Way Belerang, menjadikan malam itu menjadi tak biasa. Sebab, bagi sebagian orang, bau belerang itu sangat tidak mengenakkan.

HARI kedua perjalanan tim survey Travel Pattern diawali dengan mengunjungi tempat wisata Way Belerang yang letaknya tak begitu jauh dari tempat penginapan di Wisma Belerang Resort. Pepohonan nan rimbun ditambah dengan halaman parkir yang luas, langsung menyambut setiap pengunjung yang datang ke tempat wisata yang sudah puluhan tahun ini berdiri.

Lalu di sebelah kanan terdapat kolam pemandian. Hanya dengan membayar Rp 5.000, pengunjung bisa menikmati mandi air panas alami dari dalam perut bumi. Sebuah kolam permanen tersedia di sini. Lalu terdapat satu kolam anak-anak ukuran kecil yang sayangnya dinding bangunan kolamnya sudah jebol, sehingga tidak digunakan lagi dan menjadikan kolam kecil ini seperti tempat pembuangan air.

Yopie Pangkey, admin @kelilinglampung yang mencoba berendam di kolam mengatakan kalau air belerang-nya tidak begitu panas lagi. “Airnya hangat, tidak panas seperti dulu lagi,” katanya. Dan menurut petugas yang berjaga, memang airnya sengaja dibuat tidak panas agar bisa dinikmati pengunjung.

Kemudian perjalanan dilanjutkan mengunjungi Tugu Siger yang menjadi salah satu ikon wisata di Lampung Selatan. Bangunan megah yang terletak di atas bukit di atas Pelabuhan Bakauheni ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang baru tiba di Lampung dari Pulau Jawa. Dan saat tim memasuki bagian dalam bangunan terdapat toko souvenir, pusat informasi budaya dan pariwisata Lampung, dan juga kafe. Lalu terdapat teropong yang bisa memadang keindahan Selat Sunda hanya dengan memasukkan koin Rp1.000 saja.

Sementara di bagian luar bangunan yang memiliki tinggi sekitar 32 meter, panjang 50 meter, lebar 10 meter dan terdiri dari lima lantai ini, terdapat areal taman bermain yang masih baru memiliki sedikit wahana saja. Selain itu terdapat jam matahari yang bisa digunakan pengunjung untuk belajar menentukan waktu.

Tidak jauh dari Menara Siger terdapat Dusun Muara Piluk, Desa Bakauheni yang sudah ditetapkan sebagai kampung wisata penunjang keberadaan Tugu Siger. Di sini merupakan kampung nelayan yang memiliki pelabuhan kapal tradisional dengan tempat pelelangan ikannya. Saat memasuki kawasan ini, jalanan yang tak begitu lebar serta rumah-rumah khas kampong nelayan langsung menyambut siapapun yang datang.

Pemandangan indah terlihat saat tiba di pelabuhan. Saat itu, kapal-kapal milik nelayan bersandar, dan itu mengingatkan pada Pelabuhan Sunda Kelapa. Kapal dengan bentuk tradisional dan warna yang beraneka ragam, tampak memenuhi bibir dermaga. Apalagi bila ada nelayan yang sedang membuat atau memperbaiki perahunya.

“Nantinya di kampung ini akan dijadikan tempat wisata kuliner dan juga pengembangan penginapan berbasis masyarakat. Makanya Dusun Muara Piluk yang berada di Desa Bakauheni ini sudah mendapatkan PNPM Pariwisata untuk membantu pengembangan infrastruktur penunjang dan persiapan dari masyarakatnya,” ujar Ibu Uly dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung.

Selain itu juga, pengembangan wisata yang akan dilakukan adalah melakukan trip ke pulau-pulau yang ada di Selat Sunda, misalnya Pulau Harimau yang letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Bakauheni. Sehingga selain akan menghidupkan Dusun Muara Piluk dari sektor pariwisatanya, diharapkan perekonomian masyarakatnya juga akan terangkat. Perjalanan kemudian dilanjutkan menyusuri Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim) untuk menuju Labuhan Maringgai dan Desa Wana di Lampung Timur. (Teguh Prasetyo)

Tribun Lampung - Senin, 4 November2013

Tribun Lampung – Senin, 4 November2013

7 thoughts on “Muara Piluk Seperti Sunda Kelapa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s