Surga Kecil Itu Ada di Teluk Lampung


(Tribun Lampung – Minggu, 3 Nov 2013, halaman 1.)

Tim Survei Travel Pattern 2013 Eksplorasi Wisata Lampung (1)

Teluk Lampung ternyata banyak menyimpan surga yang masih tersembunyi. Keindahan alam baik pantai serta bawah lautnya dari pulau-pulau kecil yang tersebar di Kabupaten Pesawaran itu, tidak kalah dengan daerah lain, seper ti Bali, Bunaken, Pulau Seribu, dan lainnya. Bedanya, kekayaan di Teluk Lampung ini belum terungkap. Padahal potensinya bisa menjadi tujuan wisata.

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung selama dua hari 29-30 Oktober melakukan survei lapangan untuk mengeksplorasi kekayaan pariwisata di Bumi Ruwa Jurai. Survei yang juga diikuti Tribun Lampung sebagai langkah awal penyusunan Travel Pattern atau Pola Perjalanan Wisata Provinsi Lampung tahun 2013.

Tujuannya untuk memberikan gambaran potensi pariwisata dan sumber inspirasi kreatif dari bentuk produk perjalanan, berupa paket perjalanan ataupun paket wisata.

Hari pertama survei, tim yang terdiri dari 19 orang yang berasal Disbudpar, Bappeda, Dinas PU, DPD Asita, DPD HPI, dan perwakilan tour travel ini melakukan kunjungan ke pulau-pulau di Teluk Lampung. Tim menggunakan empat kapal bermuatan maksimal enam penumpang dari Pelabuhan Ketapang, Pesawaran. Tujuan pertama melihat Pulau Kelagian dan Pulau Kelagian Lunik (kecil)

Di Pulau Kelagian yang juga biasa disebrangi wisatawan dari Pantai Kelapa Rapat (Klara), bisa dinikmati wisata pantai seperti biasa, mulai dari berenang, main kano, snorkeling, ataupun bermain di pasir yang sangat putih dan lembut. Di pulau yang dimiliki TNI AL ini, juga tersedia pondokan, warung, dan juga tempat bilas yang sangat sederhana. Di sini juga terdapat dermaga kayu untuk bersandarnya kapal. Air lautnya sangat jernih, gradasi warna putih, biru muda, biru, hingga hijau begitu terlihat kontras di sini.

Di Kelagian Lunik, merupakan salah satu spot snorkeling yang menarik. Terumbu karang, ikan-ikan hias, ubur-ubur, anemon, dan ular laut kerap dijumpai di sini. Selain itu, hamparan pasir putih yang tidak begitu luas namun sangat indah, juga dijumpai di sisi. Tapi di sini tak ada fasilitas apapun.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke Pulau Pahawang Kecil dan Pahawang Besar. Pulau Pahawang Kecil dikelola warga asing yang memiliki villa pribadi dengan bangunan tradisionalnya. Bagi pengunjung yang ingin menikmati pantai pasir putihnya diperbolehkan, asal tidak mengotori pantai. “Dulu saya sering mengajak tamu dari luar ke sini. Bahkan, kalau buat syuting pariwisata dari Jakarta, saya selalu mengajaknya ke Pahawang Kecil ini. Pantai pas putihnya sangat indah,” kata Yaman N Aziz dari DPD HPI Lampung.

Sementara di Pulau Pahawang yang luasnya sekitar 1,084 hektare dan dihuni sekitar 400 kepala keluarga ini, bisa dikatakan sebagai salah satu destinasi yang wajib dikunjungi.

Di Pahawang sudah ada beberapa pihak yang mengelola. Salah satunya Mitra Bentala dengan Mitra Wisatanya yang menyediakan paket wisata berkonsep ekowisata. Selain bisa menikmati wisata bawah lautnya yang indah dengan aneka ragam terumbu karang dan ikannya, pengunjung sesekali diajak untuk menanam mangrove. Jangan takut, di sini telah tersedia penginapan.

Lalu perjalanan dilanjutkan ke Pulau Tanjung Putus. Ikan hias aneka warna langsung menyambut di bibir pantai saat tim tiba di dermaga. Bahkan terumbu karang yang cantik sudah terlihat tak jauh dari bibir pantai.Tanjung Putus bisa dikatakan salah satu surga bagi pecinta dunia bawah laut. Ikan hias aneka jenis, terumbu karang, anemon, dan lainnya masih sangat terjaga.

Ikan di sini tidak takut idekati manusia saat berenang. Apalagi ketika diberi remahan roti, mereka datang menghampiri dan itu memberikan sensansi tersendiri. Ditambah lagi air lautnya yang jernih dan juga tersedianya penginapan yang sangat layak dan bagus, sehingga sangat direkomendasikan.

Perjalanan selanjutnya ke Pulau Balak (32 ha), Pulau Loh (11 ha), dan Pulau Lunik (1 ha). Pulau-pulau ini masih sangat alami dan terjaga, serta menawarkan surga bawah lautnya yang menawan. “Pulau-pulau yang ada di Teluk
Lampung ini sangat potensial untuk mengundang wisatawan datang. Bahkan saya berani mengadu, pulau-pulau ini dan dunia bawah lautnya lebih indah dari gugusan Pulau Seribu. Jadi ngapain jauh-jauh berwisata keluar Lampung,” ujar Yopie Pangkey, admin @kelilinglampung.

Perjalanan hari pertama pun selesai sekitar pukul 17.00 WIB dan kembali ke dermaga Ketapang. Selanjutnya tim  melanjutkan perjalanan ke Lampung Selatan dan bermalam di Way Belerang Resort. (teguh prasetyo)

Tribun Lampung - Minggu, 3 Nov 2013, halaman 1.

Tribun Lampung – Minggu, 3 Nov 2013, halaman 1.

6 thoughts on “Surga Kecil Itu Ada di Teluk Lampung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s