Pencak Khakot dan Festival Teluk Semaka


Tak banyak yang mengetahui tentang pencak khakot ini. Tanya beberapa kawan di Bandar Lampung, mereka malah bertanya balik “apa itu khakot”. Saya juga baru tahu saat dikabari tentang penampilan pencak ini di Festival Teluk Semaka. Paling tidak, saat ditanya oleh kawan-kawan dari luar Lampung apa saja budaya lokal yang ada, saya bisa menjawab: di Lampung ada pencak Khakot.

Khakot, dalam ejaan bahasa Indonesia kita baca rakot. Dalam bahasa Lampung sebagian menulis dengan khakot. Sebagian ghakot. “Emang suka ribet. khakot, ghakot atau  rakot? ada di lagu Sang Bumi Ruwa Jurai: … tari rakot melinting/sina gawi adat…” kata Udo Z  Karzi, menjawab ocehan saya di twitter🙂

Setelah menunggu beberapa hari, saya mendapat kiriman penjelasan singkat mengenai khakot dari pak Elzhivago Tabaqjaya (Vago), seorang pegawai di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga kabupaten Tanggamus. Iya di kabupaten Tanggamus, Dinas terkait ini menaungi beberapa hal tersebut.

Masyarakat Lampung pesisir (sub-entik Saibatin) sejak dulu punya kebiasaan / tradisi mengiring dengan arak-arakan bagi pasangan pengantin, petinggi adat (Penyimbang) dan tamu kehormatan serta orang-orang yang berjasa bagi pekon (kampung) maupun marganya. Sebagai pembuka jalan arak-arakan, barisan terdepan adalah beberapa pasang pelaku (biasanya ahli) Pincak/piccak/pinjak (pencak) KHAKOT. Beberapa dekade belakangan  kegiatan tersebut hanya dilakukan tuk mengiring pengantin dan makin jarang terlihat. (pak Vago, Tanggamus)

Nah, pada tanggal 20 September 2014 lalu, saya dan Budhi Marta mendapat kesempatan memotret pencak khakot ini di Kota Agung. Berlokasi di sekitar dermaga Kota Agung,kami memotret beberapa adegan pencak khakot ini. Hasilnya lumayan bisa dipakai untuk memberi sedikit gambaran  bagi yang ingin datang ke festival Teluk Semaka 1 November 2014.

Dengar-dengar panitia Festival Teluk Semaka mengerahkan 1000 orang pesilat khakot untuk menghibur kita lho tanggal 1 November 2014 nanti di sore dan malam hari🙂 Berminat datang?

Pencak Khakot

Pencak Khakot

Pencak Khakot

Pencak Khakot

13 thoughts on “Pencak Khakot dan Festival Teluk Semaka

  1. Duh pengen deh Mas, ikutan lihat …Dan Teluk Semangka mengingatkan saya pada Pantai Batu Kebo, di sana ada dermaga yang tak kunjung jadi, yang sekarang digunakan penduduk untuk memancing …

    • ,,,nah kena nih…tahun 2002 saat saya mutasi ke Pemkab Tanggamus-Dinas Pariwiasata event pariwisatanya Festival Tanggamus. Saya usul tuk diganti dengan nama Festival Teluk Semaka (butuh waktu 6 tahun tuk meyakinkan Dewan dan Petinggi Pemkab Tanggamus, tahun 2008 FTS 1 pertama kali digelar) Selain misi promosi Pariwisata saya bermaksud mengembalikan sebutan teluk disana kepada nama aslinya yaitu TELUK SEMAKA bukan semangka (nama buah)….so it’s TELUK SEMAKA

    • Ga banyak yang kita tau juga kak,
      acara tanggal 1 nov.
      Pagi ada acara adat, siangnya baru parade khakot yang katanya ada 1000an pesilat khakot.
      Malam juga ada perform khakot di panggung sebelum trio macan tampil🙂

  2. beneran banyak yang ngg tau nih….and thanks for sharing…padahal suamiku orang Tanggamus :)…semoga Festivalnya seru yaaaa….potensi Tanggamus begitu besar…so much to see, so many things to do…jadi tambah kangen Lampung deeh…

  3. Khakot = berangkat
    Bekhakot = bersiap siap berangkat
    Ini kalo bahasa kita di belalau ga asing k
    Kata kata ini sering di pakai sehari hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s