Yang Beda di Festival Krakatau 2015


Festival Krakatau 2015 selesai digelar di akhir bulan Agustus 2015. Ada yang baru ada yang meneruskan kegiatan lama. Yang lama seperti tur krakatau dan parade budaya. Sedangkan yang baru antara lain masuknya Festival Petualang Nusantara di rangkaian Festival Krakatau. Lalu ada Pesta Pantai, Pemilihan Puteri Kopi Lampung, serta Lomba Baca dan Musikalisasi Puisi yang diadakan oleh Komunitas Ruang Renjana.

Sekarang kita lihat yuk kegiatan-kegiatan tersebut.

Festival Petualang Nusantara

Festival Petualang Nusantara telah digelar 3 kali yaitu tahun 2010 FPN #1 di Lereng Merapi bersama Almarhum Mbak Maridjan, Tahun 2011 di Coban Rondo, Batu Malang Jawa Timur dan Tahun 2013 di Baturaden Purwokerto Jawa Tengah.

Klub Papatong beraksi (foto @TeguhSudarisman)

Klub Papatong beraksi (foto @TeguhSudarisman)

”Acara ini merupakan ajang tukar informasi dan berbagi pengalaman dengan kegiatan workshop travel writer, workshop solar cell, pengenalan ular, edukasi kosnervasi, tree climber, jurnalistik, survival, mitigasi bencana dan beberapa petualang pilihan : pendakian gunung Rajabasa, sepeda susur pantai, snorkling, diving dan banyak lagi…,” jelas penggagas acara Aji Rahmat melalui akun facebooknya.

Festival Petualang sukses digelar 15-17 Agustus 2015. Baik panitia dan peserta sangat puas, terlihat dari postingan mereka di semua alur media sosial.

Kang Gundul di Festival Petualang Nusantara 4

Kang Gundul di Festival Petualang Nusantara 4

Pengenalan ular oleh sioux indonesia (Foto: @triptrus)

Pengenalan ular oleh sioux indonesia (Foto: @triptrus)

Lihat juga:
Foto Keseruan Festival Petualang Nusantara #FPN2015
VIDEO: Suasana Perkemahan Festival Petualang Nusantara 2015 #FPN2015

Ruang Renjana

Ruang Renjana sendiri sudah menggelar 3 kegiatan sebelumnya. Yang terakhir, Ruang Renjana ke 4 ikut masuk dalam rangkaian Festival Krakatau 2015 untuk menggelar lomba baca puisi Syair Lampung Karam dengan membawa tema “Memenjarakan bunyi, meliriskan kata, menggapai makna” pada 25 Agustus 2015.

Pemenang lomba baca puisi Syair Lampung Karam.

Pemenang lomba baca puisi Syair Lampung Karam.

Sanggar Sangishu

Sanggar Sangishu

Beberapa komunitas meramaikan acara Ruang Renjana ini, diantaranya musikalisasi puisi dari Teater Satu Lampung dan Komunitas Kata, Sanggar Sangishu, G-Box Dancer, Nunchaku, Capoeira, Inline Skate dan Pertunjukan Sulap dari Illuzi Magic Club.

Beberapa band juga ikut meramaikan, mulai dari Afternoon Talk, Sunsetkilla, Sahabat Reuni Band, 45 RPM dan beberapa band dan komunitas lainnya.

Syair Lampung Karam karya Muhammad Saleh yang akan dibacakan peserta lomba merupakan kesaksian satu-satunya penduduk pribumi atas letusan mahadahsyat Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883 silam. Naskahnya pertama kali terbit di Singapura pada November 1883 – Oktober 1884.

Lihat juga:
Ruang Renjana 4 Ramaikan #KrakatauFest

Pesta Pantai

Kegiatannya antara lain: Lomba foto bawah air, snorkeling ramean, lomba memancing dengan layang-layang, fun swimming dan food festival. Dibuka oleh istri gubernur Lampung Aprilani Yustin Ficardo, acara berlangsung dari pagi hingga sore hari, Minggu (23/08/2015).

Ibu Yustin Ficardo melepas peserta mancing.

Ibu Yustin Ficardo melepas peserta mancing, disaksikan Kadis Parekraf, Runner Up 3 Puteri Indonesia Laras Maranatha Tobing, Muli I Provinsi Lampung, dan Istri Wagub.

Pemenang lomba foto bawah air.

Pemenang lomba foto bawah air.

Pemilihan Puteri Kopi

Tak banyak mengikuti acara ini. Tetapi sempat hadir di hari kedua pelaksanaan. Para peserta di hari itu diajak untuk mengetahui cara menyeduh kopi yang pas di gerai Els Coffee yang ada di Mal Boemi Kedaton. Acaranya lumayan ramai dan seru.

Para peserta pemilihan puteri kopi

Para peserta pemilihan puteri kopi

Menyeduh kopi dengan metode V60.

Menyeduh kopi dengan metode V60 (28/08/2015).

Kak Adi dan Kak Ferro sedang memberi contoh cara menyeduh kopi.

Kak Adi dan Kak Ferro sedang memberi contoh cara menyeduh kopi (28/08/2015).

Tentunya disamping kelebihan-kelebihan tersebut di atas, pasti ada banyak kekurangan. Tetapi paling tidak Dinas Parekraf Provinsi Lampung memberikan perbedaan pada acara-acara di rangkaian acara Festival Krakatau yang katanya merupakan festival tertua dan terbesar ini. Seperti dilibatkannya beberapa komunitas anak muda yang ada di Lampung.

Kekurangannya pasti bisa kamu sebutkan banyak sekali. Kalau kamu mau usul dan memberikan saran, coba saja memberikan masukan melalui media sosial dengan mention @krakataufest dan @VISIT_LAMPUNG. Mudah-mudahan mereka mau mendengar🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s